Kenapa dana pensiun perlu dihitung sejak dini?
Pensiun bukan hanya soal berhenti bekerja. Tantangan utamanya adalah memastikan kebutuhan hidup tetap dapat dipenuhi ketika penghasilan dari pekerjaan berkurang atau berhenti.
OJK mendorong masyarakat untuk menyiapkan dana pensiun sejak dini, menghitung kebutuhan pendapatan pada hari tua, menyisihkan penghasilan sedini mungkin, serta memilih program pensiun yang legal dan sesuai kebutuhan.
Artinya, semakin cepat seseorang membuat perhitungan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk menyiapkan dana pensiun.
Langkah 1: Hitung pengeluaran bulanan saat ini
Mulailah dengan mencatat pengeluaran rutin, misalnya:
- makanan dan kebutuhan rumah tangga
- listrik, internet, dan telepon
- transportasi
- cicilan atau kewajiban lainnya
- biaya kesehatan
- hiburan dan kegiatan sosial
Setelah itu, pisahkan pengeluaran yang kemungkinan berhenti ketika pensiun, seperti biaya perjalanan ke kantor atau biaya tertentu yang terkait pekerjaan.
Jangan lupa memperhitungkan pengeluaran yang justru dapat meningkat setelah pensiun, misalnya biaya kesehatan atau aktivitas rekreasi.
Langkah 2: Tentukan target pengeluaran saat pensiun
Sebagai ilustrasi sederhana, seseorang yang saat ini membutuhkan Rp8 juta per bulan dapat membuat target awal berdasarkan gaya hidup yang ingin dipertahankan saat pensiun.
Namun, jangan menganggap angka Rp8 juta hari ini akan memiliki daya beli yang sama puluhan tahun mendatang. Inflasi dapat membuat kebutuhan nominal meningkat.
Karena itu, perhitungan dana pensiun sebaiknya menggunakan asumsi inflasi, imbal hasil investasi, dan lama masa pensiun yang masuk akal.
Langkah 3: Hitung sumber penghasilan setelah pensiun
Dana pensiun pribadi bukan satu-satunya sumber yang mungkin tersedia. Pekerja dapat memiliki beberapa sumber manfaat, tergantung kepesertaan dan program yang diikuti.
BPJS Ketenagakerjaan, misalnya, memiliki program Jaminan Pensiun (JP) yang memberikan manfaat berupa uang tunai bulanan dan/atau sekaligus sesuai ketentuan program.
OJK juga menjelaskan bahwa dana pensiun dapat diselenggarakan antara lain melalui Dana Pensiun Pemberi Kerja dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan.
Karena setiap program memiliki aturan, manfaat, dan persyaratan berbeda, jangan langsung menganggap seluruh kebutuhan pensiun akan ditutup oleh satu program.
Langkah 4: Cari selisih kebutuhan dan sumber penghasilan
Setelah mengetahui target pengeluaran dan sumber penghasilan, hitung kekurangannya.
Contoh sederhana:
| Komponen | Perkiraan |
|---|---|
| Target kebutuhan bulanan | Rp8 juta |
| Perkiraan penghasilan pensiun | Rp3 juta |
| Kekurangan per bulan | Rp5 juta |
Angka di atas hanya contoh ilustrasi, bukan rekomendasi nominal.
Jika kekurangan tersebut diperkirakan berlangsung selama masa pensiun, Anda perlu membangun aset atau sumber penghasilan tambahan untuk menutup kebutuhan tersebut.
Langkah 5: Mulai dengan nominal yang realistis
Kesalahan yang sering terjadi adalah menunggu sampai memiliki uang banyak untuk mulai menyiapkan pensiun.
Padahal, persiapan pensiun dapat dimulai dari jumlah yang realistis dan kemudian dinaikkan secara bertahap seiring pertumbuhan penghasilan.
Buat target kontribusi rutin. Misalnya, setiap kenaikan gaji dapat dialokasikan sebagian untuk dana pensiun sebelum kenaikan gaya hidup ikut meningkat.
Bagaimana dengan Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan?
Jaminan Pensiun (JP) merupakan program perlindungan untuk membantu mempertahankan derajat kehidupan yang layak ketika peserta kehilangan atau berkurang penghasilannya karena memasuki usia pensiun atau mengalami cacat total tetap.
BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan formula manfaat berkala JP sebagai 1% × masa iur (bulan iur/12) × rata-rata upah tahunan tertimbang selama masa iur, dengan ketentuan program yang berlaku.
Untuk tahun 2026, BPJS Ketenagakerjaan mencantumkan manfaat minimum JP sebesar Rp411.400 dan maksimum Rp4.932.300 per bulan.
Angka manfaat dapat berubah sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, gunakan informasi resmi terbaru ketika melakukan perencanaan.
Jangan hanya mengejar angka besar
Dana pensiun yang sehat bukan sekadar memiliki angka saldo besar. Yang lebih penting adalah apakah aset dan sumber penghasilan tersebut cukup untuk mendukung kebutuhan hidup setelah berhenti bekerja.
Perhatikan setidaknya empat hal:
- Kebutuhan bulanan — berapa biaya hidup yang benar-benar dibutuhkan.
- Inflasi — kebutuhan nominal dapat meningkat dari waktu ke waktu.
- Umur pensiun dan lama masa pensiun — semakin panjang masa pensiun, semakin besar kebutuhan dana.
- Sumber penghasilan — termasuk manfaat program pensiun, aset investasi, usaha, atau sumber pendapatan lain.
Kesimpulan
Menghitung kebutuhan dana pensiun tidak harus dimulai dengan rumus yang rumit. Mulailah dengan mengetahui pengeluaran, menentukan target gaya hidup, mengidentifikasi sumber penghasilan setelah pensiun, lalu menghitung selisih yang perlu dipersiapkan sendiri.
OJK sendiri mendorong masyarakat untuk menghitung kebutuhan pendapatan hari tua dan mulai menyisihkan penghasilan sedini mungkin.
Semakin awal perencanaan dilakukan, semakin panjang waktu yang tersedia untuk membangun kesiapan finansial menghadapi masa pensiun.
Bagikan artikel ini
Hitung angka Anda sendiri
Tahu persis berapa yang Anda butuhkan untuk pensiun — dalam 10 menit.
Kalkulator dana pensiun, simulator, tabungan aman, tes finansial, rekomendasi 12 bulan, dan laporan PDF. Sekali bayar, akses selamanya, garansi 7 hari.
Lihat PensiunCerdas.com