Kebanyakan orang menabung untuk pensiun "sebisanya" tanpa tahu angka yang dikejar. Padahal menghitungnya tidak serumit yang dibayangkan: hanya empat langkah, dan kalkulator biasa sudah cukup. Artikel ini menjelaskan rumusnya, memberi contoh dengan angka rupiah, dan menyebut kesalahan yang paling sering membuat hasil meleset.
Langkah 1: Pengeluaran saat pensiun (setelah inflasi)
Mulai dari pengeluaran bulanan Anda hari ini, lalu naikkan mengikuti inflasi sampai tahun Anda pensiun.
Contoh: pengeluaran Rp 6.000.000/bulan, usia 30, pensiun 55 (25 tahun lagi), inflasi 4%/tahun → 6.000.000 × 1,0425 ≈ Rp 15.995.000/bulan. Ya, hampir tiga kali lipat — inilah alasan menabung "sebisanya" hampir selalu kurang.
Langkah 2: Berapa lama dana harus bertahan
Masa pensiun = harapan hidup − usia pensiun. Umur harapan hidup Indonesia menurut BPS (2025) adalah 74,47 tahun, tetapi itu rata-rata; separuh orang hidup lebih lama. Pakai angka lebih tinggi agar aman, misalnya 80 tahun → masa pensiun 25 tahun.
Langkah 3: Target dana saat pensiun
Dana tidak ditarik sekaligus; sisanya tetap tumbuh. Karena itu yang dipakai adalah return riil — imbal hasil setelah dikurangi inflasi.
Target dana = pengeluaran tahunan saat pensiun × [1 − (1 + return riil)−masa pensiun] ÷ return riil
Dengan return 8% dan inflasi 4%: return riil ≈ 3,85%. Pengeluaran tahunan saat pensiun = 15.995.000 × 12 ≈ Rp 191,9 juta. Masa pensiun 25 tahun → target dana ≈ Rp 3,05 miliar.
Return riil = pertumbuhan uang yang "asli" setelah harga-harga ikut naik. Return 8% saat inflasi 4% hanya membuat Anda 3,85% lebih kaya secara nyata.Langkah 4: Tabungan bulanan yang dibutuhkan
Kurangi target dengan nilai tabungan pensiun yang sudah ada (setelah tumbuh sampai pensiun), lalu bagi kekurangannya menjadi setoran bulanan.
rbulan = (1 + return)1/12 − 1; n = jumlah bulan sampai pensiun
Bila sudah ada Rp 50 juta hari ini, nilainya saat pensiun ≈ Rp 342 juta; gap ≈ Rp 2,71 miliar; setoran yang dibutuhkan ≈ Rp 2,98 juta/bulan selama 25 tahun.
Empat kesalahan yang paling sering terjadi
- Lupa inflasi. Menghitung dengan pengeluaran hari ini membuat target terlalu kecil sekitar 2–3 kali lipat.
- Memakai return yang terlalu optimis. Return 15%/tahun selama 25 tahun sangat jarang tercapai; pakai 6–9% untuk portofolio campuran, lebih rendah bila dominan deposito.
- Masa pensiun terlalu pendek. Merencanakan sampai usia 70 saja berisiko kehabisan dana justru saat paling rentan.
- Mengandalkan JHT/pesangon saja. Biasanya hanya menutup sebagian kecil kebutuhan (lihat artikel JHT BPJS cukup untuk pensiun?).
Survei OJK–BPS 2025 menunjukkan indeks literasi keuangan nasional 66,46%, dan turun ke 54,55% pada kelompok usia 51–79 tahun — justru kelompok yang paling dekat dengan pensiun. Menghitung angka Anda sendiri hari ini adalah cara paling murah keluar dari statistik itu.
Bagikan artikel ini
Hitung angka Anda sendiri
Tahu persis berapa yang Anda butuhkan untuk pensiun — dalam 10 menit.
Kalkulator dana pensiun, simulator, tabungan aman, tes finansial, rekomendasi 12 bulan, dan laporan PDF. Sekali bayar, akses selamanya, garansi 7 hari.
Lihat PensiunCerdas.com