Banyak karyawan merasa "sudah ada BPJS" sehingga tidak perlu menabung pensiun sendiri. Mari hitung apakah anggapan itu benar, dengan aturan iuran yang berlaku.
Dua program yang berbeda
- JHT (Jaminan Hari Tua) — tabungan wajib. Iuran 5,7% dari upah: 2% dipotong dari pekerja, 3,7% dibayar pemberi kerja (PP 46/2015). Saldo + hasil pengembangan dicairkan saat pensiun/berhenti bekerja.
- JP (Jaminan Pensiun) — manfaat bulanan seumur hidup, mirip pensiun PNS. Iuran 3% dari upah: 1% pekerja, 2% pemberi kerja (PP 45/2015), dengan batas upah tertentu dan syarat masa iur minimal untuk manfaat bulanan penuh.
Simulasi saldo JHT
Gaji Rp 7.000.000/bulan (dianggap tetap untuk penyederhanaan), iuran JHT 5,7% = Rp 399.000/bulan, selama 25 tahun, hasil pengembangan 6%/tahun:
Bandingkan dengan kebutuhan orang yang sama bila pengeluarannya Rp 6.000.000/bulan dan pensiun di 55: target dana ≈ Rp 3,05 miliar (lihat cara menghitungnya). JHT menutup sekitar 9%. Bahkan bila gaji naik setiap tahun dan saldonya dua-tiga kali lipat, tetap jauh dari cukup.
Asumsi contoh: inflasi 4%/tahun, imbal hasil investasi 8%/tahun, harapan hidup 80 tahun, dihitung dengan rumus di artikel Cara Menghitung Dana Pensiun. Angka Anda akan berbeda.Bagaimana dengan Jaminan Pensiun?
JP memberi manfaat bulanan, yang sangat berharga karena berlaku seumur hidup. Namun besarnya dihitung dari rata-rata upah tertimbang dengan batas atas, dan untuk mendapat manfaat bulanan penuh dibutuhkan masa iur minimal 15 tahun. Untuk kebanyakan orang, manfaat JP menutup sebagian kebutuhan dasar, bukan gaya hidup saat ini.
Kesimpulan praktis
- Anggap JHT + JP sebagai lantai, bukan atap. Masukkan estimasinya ke "dana pensiun yang sudah ada" saat menghitung, lalu tutup sisanya sendiri.
- Cek saldo JHT Anda secara berkala di aplikasi resmi BPJS Ketenagakerjaan agar angkanya nyata, bukan perkiraan.
- Tanyakan ke HRD soal DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Iuran yang dipotong otomatis dari gaji adalah cara menabung pensiun yang paling mudah dijalankan.
- Jangan cairkan JHT lebih awal kecuali benar-benar terpaksa — setiap pencairan menghapus puluhan tahun pertumbuhan.
Dengan umur harapan hidup 74,47 tahun (BPS 2025) dan tren yang terus naik, masa pensiun bisa 20–30 tahun. Program wajib membantu, tetapi kecukupannya harus Anda hitung sendiri.
Bagikan artikel ini
Hitung angka Anda sendiri
Tahu persis berapa yang Anda butuhkan untuk pensiun — dalam 10 menit.
Kalkulator dana pensiun, simulator, tabungan aman, tes finansial, rekomendasi 12 bulan, dan laporan PDF. Sekali bayar, akses selamanya, garansi 7 hari.
Lihat PensiunCerdas.com